- Home »
- Keselamatan Pesawat Uap dan Bejana dengan Bahaya Peledak
// Posted by :Unknown
// On :Kamis, 22 November 2018
Petunjuk tentang Perlengkapan, Pemakaian, dan Pengangkutan
Pada prinsipnya, semua Ketel Uap didalamnya terdapat
air yang dipanaskan oleh pelat dan atau pipa Ketel Uap dimana pelat dan atau
pipa tersebut dipanaskan oleh gas panas hasil pembakaran bahan bakar sehingga
air tersebut mendidih dan berubah menjadi uap ( steam ) yang
tekanannya melebihi tekanan udara atmosfer.
Bahan bakar yang dipakai ada 3 jenis, yaitu ; 1) ada
yang menggunakan bahan bakar padat antara lain batu bara, cangkang, serabut
kelapa sawit dan atau kayu, 2) bahan bakar cair yaitu solar, dan 3) bahan bakar
gas yaitu Liquid Natural Gas ( LNG ).
Apabila uap didalam drum boiler mencapai tekanan
tertentu maka suhu uap tersebut akan memiliki temperatur tertentu pula.
Sebagai contoh; Ketel Uap yang memiliki tekanan kerja 10 Kg/Cm2
maka temperatur uap dalam drum Ketel Uap sekitar 1790 C, jika tekanan
kerjanya mencapai 20 Kg/Cm2 maka temperatur uap dalam drum Ketel Uap yang
bersangkutan sekitar 2130 C, kemudian jika tekanan uap dalam drum Ketel Uap
mencapai 40 Kg/Cm2 maka temperatur uap dalam drum Ketel Uap tersebut
sekitar 2500 C.
Ketel Uap yang dipakai di pabrik pulp pada
umumnya bertekanan kerja sekitar 100 Kg/cm2, pada pabrik gula dan pengolahan
kelapa sawit bertekanan kerja sekitar 20 Kg/Cm2, dan Ketel uap pada pabrik
makanan minuman, pabrik minyak makan, pabrik ban , hotel dan rumah sakit pada
umumnya bertekanan kerja sekitar 10 Kg/Cm2. Dengan tekanan dan temperatur
uap yang demikian tinggi didalam Ketel Uap, maka berarti pada setiap
pengoperasian Ketel Uap terdapat potensi bahaya yang apabila Ketel Uap tersebut
pecah akan dapat mengakibatkan kerusakan bangunan perusahaan dan korban jiwa.
KUNCI
PENTING PEMAKAIAN KETEL UAP SECARA AMAN
Telah
dijelaskan diatas betapa pentingnya suatu ketel Uap pada perusahaan-perusahaan
tertentu, tetapi juga betapa besar potensi bahaya yang terkandung didalam
pemakaian Ketel Uap tersebut. Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan
Perundang-undangan K3 yang berlaku di Indonesia, maka untuk pemakaian suatu
Boiler pemakai perlu memperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut :
1. Dalam
hal pengadaan
Bagi
Pengusaha yang akan membeli Ketel Uap yang akan dipakai di perusahaannya,
pilihlah Ketel Uap yang pembuatannya memenuhi prosedur yang berlaku.
Sebagai contoh, misalkan akan membeli Ketel Uap pipa api ( Fire Tube Boiler )
baru buatan dalam negeri, maka sangat perlu diperhatikan, apakah Boiler
tersebut memiliki dokumen meliputi ; 1) Gambar konstruksi, 2) Gambar detail
sambungan, 3) Sertifikat bahan, 4) Perhitungan kekuatan konstruksi, 5) Surat
keterangan hasil Radiography Test dan atau Ultrasonic Test sambungan las
dan 6) Laporan pengawasan pembuatan pesawat uap yang ditandatangani engineerperusahaan
pembuat boiler yang bersangkutan dan Pengawas Ketenagakerjaan spesialis Pesawat
Uap.
2. Dalam
hal pengoperasian
a. Pemakai
jangan mulai memakainya sebelum dilakukan pemeriksaan dan pengujian
pertama oleh Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( AK3) spesialis Pesawat Uap
dari Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) yang memiliki
Surat Keputusan Penunjukan (SKP) dari Dirjen Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan Kemenakertrans R.I atau Pengawas Ketenagakerjaan spesialis Pesawat
Uap yang kemudian dinyatakan telah memenuhi syarat K3 olehnya yang dibuktikan
dengan diterbitkannya Akte Izin Ketel Uap tersebut dari Dinas Tenaga
Kerja / Instansi yang berwenang di daerah yang bersangkutan.
Menurut peraturan yang berlaku, khusus untuk Ketel Uap yang
direntalkan, Akte Izinnya diterbitkan oleh Dirjen Pembinaan
Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenakertrans R.I.
b. Air
umpan Ketel Uap ( Feed Water Boiler )
yang digunakan harus selalu memenuhi standar dengan melalui proses
water treatment. Untuk mengetahui kepastian memenuhi standar atau tidaknya air
umpan tersebut maka pemakai perlu mengujikannya ke Laboratotium penguji air
yang dinilai mampu dan hasil ujinya akurat. Selanjutnya hasil uji air umpan
bandingkan dengan standar yang berlaku antara lain mengenai ; pH, kesadahan
total, oksigen dan lain-lain dari feed water boiler yang akan digunakan.
c. Pekerja
yang mengoperasikannya harus yang sudah terlatih dan berpengalaman yang
dibuktikan dengan Sertifikat operator Ketel Uap yang diterbitkan oleh Dirjen
Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenakertrans R.I. Untuk Ketel Uap
berkapasitas 10 Ton/jam atau lebih, pekerja yang mengoperasikannya harus
bersertifikat operator Pesawat Uap kelas I, sedangkan untuk Boiler berkapasitas
kurang dari 10 Ton/jam , pekerja yang mengoperasikannya harus bersertifkikat
operator Pesawat Uap kelas II.
d. Ketel
Uap yang sedang operasi tidak boleh ditinggalkan oleh operator yang bertugas
melayaninya. Artinya Ketel Uap yang sedang beroperasi harus selalu ada operator
Pesawat Uap yang melayani di ruang Ketel Uap yang bersangkutan.
e. Setelah
beroperasi beberapa lama, maka pemakai wajib memeriksakan Ketel Uapnya secara
berkala kepada AK3 spesialis Pesawat Uap dari PJK3 yang memiliki SKP dari
Dirjen Pembinaan Pengawasan Kemenakertrans R.I atau kepada Pengawas
Ketenagakerjaan spesialis Pesawat Uap. Untuk Ketel uap yang dipakai di kapal
laut perusahaan pelayaran pemeriksaan berkalanya minimal sekal tiap tahun,
untuk Ketel Uap yang dipakai di darat pemeriksaan berkalanya minimal sekali
tiap 2 tahun, untuk Ketel Lokomotif pemeriksaan berkalanya minimal sekali tiap
3 tahun.
f. Untuk
melakukan perbaikan, penggantian atau perobahan kostruksi dan atau
perlengkapan Ketel Uap, pemakai wajib melaporkan terlebih dahulu ke Dinas
Tenaga Kerja setempat, sehingga pemeriksaan khusus dapat dilaksanakan
sebagaimana mestinya dan pemakai memperoleh petunjuk-petunjuk antara lain
teknik pengerjaannya, standar bahan, pengelasan dan sebagainya yang harus
dipenuhi.
g. Agar
kerak ketel ( scale ) yang terjadi di dalam Ketel Uap tidak
semakin tebal dan keras yang dapat mengakibatkan over heating (
pemanasan lebih ), maka sebaiknya Ketel Uap secara teratur dilakukan cleaning dengan
cara manual, mekanis maupun chemis oleh orang yang ahlinya. Jika di dalam
Ketel Uap bebas scale maka akan berdampak positip terhadap
efisienci dan life time Ketel Uap yang bersangkutan.