Archive for Oktober 2018


KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA (K3)

Perkenalkan nama saya M. Irfan Andhika Nugraha, mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma. Saya berfokus pada penerbangan atau hal yang berbau aviation. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan pelaksanaan K3 (keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja) Kerja Praktik saya selama melakukan Kerja Praktik di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 31, Depohar 30 TNI AU, Malang. Tentunya di setiap workshop harus memperhatikan keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja. Sebelum saya menceritkan kisah saya, mari kita  bahas pengertian dan tujuan K3 terlebih dahulu.

Pengertian K3 dibagi menjadi 2 pengertian, yaitu :
a.         Secara Filosofis
pemikiran atau upaya menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adl dan makmur.

b.         Secara Keilmuan
Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Tujuan dari k3:
a.      Melindungi kesehatan, keamanan dan keselamatan dari tenaga kerja.
b.      Meningkatkan efisiensi kerja.
c.      Mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Sathar 31 memiliki banyak workshop untuk menunjang proses maintenance mesin pesawat C-130 Hercules. Workshop tersebut adalah PPM, Engine Shop, Cleaning Room, Bengkel Penelitian, Metal Spray, Permesinan, Marshalling, dan Performance Test. Sebelum saya memulai kerja praktik, terlebih dahulu saya diberitahukan mengenai apa saja yang wajib saya kenakan untuk APD (Alat Pelindung Diri)  saya untuk di tiap workshop yaitu wearpack, dan safety boot. Untuk APD lainnya berbeda beda di tiap workshop.
Untuk workshop PPM, APD tambahan yang diperlukan adalah safety glass karena ditakutkan ada oli yang menyembur ataupun baut dan semacamnya yg terlempar saat membuka QEC Enginge. Untuk di Engine shop, APD tambahan yang digunakan adalah safety glass, dan sarung tangan, karena di sini kita akan membuka engine sampe ke komponen terkecilnya sehingga diperlukan keamanan untuk tangan dan mata kita. Untuk cleaning room APD tambahannya adalah sarung tangan dan safety glass. Di cleaning room harus berhati hati terhadap larutan cleaningnya. Di bengkel penelitian tidak diwajibkan memakai safety glass dan sarung tangan karena disini mengecek dimensional dari komponen. Di bengkel permesinan APD tambahan yang digunakan adalah safety glass hal ini diperlukan karena percikan atau serpihan besi permesinan bisa mengenai mata. Di metal spray workshop, APD tambahan yang wajib digunakan adalah masker, welding googles atau helm las karena semburan api yang sangat menyilaukan saat metal spray dapat membahayakan mata, sarung tangan safety. Pada saat performance test APD tambahannya adalah earplug atau penutup kuping karena suara bising dari suara engine dapat membahayakan telinga.

K3 di Tempat KP

//Jumat, 19 Oktober 2018
//Posted by Unknown