- Home »
- K3 di Tempat KP
// Posted by :Unknown
// On :Jumat, 19 Oktober 2018
KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA
(K3)
Perkenalkan nama saya M. Irfan Andhika
Nugraha, mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma. Saya berfokus
pada penerbangan atau hal yang berbau aviation. Pada kesempatan kali ini saya
ingin membagikan pelaksanaan K3 (keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja) Kerja
Praktik saya selama melakukan Kerja Praktik di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 31,
Depohar 30 TNI AU, Malang. Tentunya di setiap workshop harus memperhatikan
keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja. Sebelum saya menceritkan kisah saya,
mari kita bahas pengertian dan tujuan K3
terlebih dahulu.
Pengertian K3 dibagi menjadi 2 pengertian,
yaitu :
a. Secara
Filosofis
pemikiran atau upaya menjamin keutuhan dan
kesempurnaan baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budayanya menuju masyarakat
adl dan makmur.
b. Secara
Keilmuan
Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam
usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Tujuan dari k3:
a. Melindungi
kesehatan, keamanan dan keselamatan dari tenaga kerja.
b. Meningkatkan
efisiensi kerja.
c. Mencegah
terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Sathar 31 memiliki
banyak workshop untuk menunjang proses maintenance mesin pesawat C-130
Hercules. Workshop tersebut adalah PPM, Engine Shop, Cleaning Room, Bengkel
Penelitian, Metal Spray, Permesinan, Marshalling, dan Performance Test. Sebelum
saya memulai kerja praktik, terlebih dahulu saya diberitahukan mengenai apa
saja yang wajib saya kenakan untuk APD (Alat Pelindung Diri) saya untuk di tiap workshop yaitu wearpack,
dan safety boot. Untuk APD lainnya berbeda beda di tiap workshop.
Untuk workshop PPM, APD
tambahan yang diperlukan adalah safety glass karena ditakutkan ada oli yang
menyembur ataupun baut dan semacamnya yg terlempar saat membuka QEC Enginge.
Untuk di Engine shop, APD tambahan yang digunakan adalah safety glass, dan
sarung tangan, karena di sini kita akan membuka engine sampe ke komponen
terkecilnya sehingga diperlukan keamanan untuk tangan dan mata kita. Untuk
cleaning room APD tambahannya adalah sarung tangan dan safety glass. Di
cleaning room harus berhati hati terhadap larutan cleaningnya. Di bengkel
penelitian tidak diwajibkan memakai safety glass dan sarung tangan karena
disini mengecek dimensional dari komponen. Di bengkel permesinan APD tambahan
yang digunakan adalah safety glass hal ini diperlukan karena percikan atau
serpihan besi permesinan bisa mengenai mata. Di metal spray workshop, APD
tambahan yang wajib digunakan adalah masker, welding googles atau helm las
karena semburan api yang sangat menyilaukan saat metal spray dapat membahayakan
mata, sarung tangan safety. Pada saat performance test APD tambahannya adalah
earplug atau penutup kuping karena suara bising dari suara engine dapat
membahayakan telinga.