Archive for Mei 2018
MAKALAH
PERAWATAN MESIN
BUBUT MAXIMAT DAN SIMONET
Disusun Untuk Memenuhi Syarat
Menyelesaikan Mata Kuliah
Teknik Perawatan Mesin
Jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma
Disusun
Oleh :
M. Irfan Andhika Nugraha 23415959
JURUSAN
TEKNIK MESIN
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
2018
DAFTAR ISI
Daftar Isi ..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................. 3
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................. 3
1.4 Ruang Lingkup
Materi ..................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian perawatan mesin ............................................ 5
2.2 Jenis-jenis
perawatan mesin............................................... 5
2.3 Tujuan Perawatan Mesin (Maintenance)........................... .. 7
2.3 Langkah
Kerja Maintenance Mesin
Bubut Maximat dan
Simontek............................................................................ .. 7
Simontek............................................................................ .. 7
BAB III PENUTUP
3.1 kesimpulan ..................................................................... 9
PENDAHULUAN
1.1 1.1 Latar Belakang
Tak dapat dipungkiri
bahwa revolusi industrI telah menyebabkan perubahan sistem industry yang
dulunya berfokus pada buruh sekarang digantikan dengan mesin-mesin yang jauh
lebih murah dan dapat bekerja dengan jam kerja yang lebih lama terutama mesin
bubut yang merupakan salah satu mesin dasar dalam pembentukan alat atau barang.
Tentunya bila mesin ini digunakan secara terus menerus maka akan terjadinya kerusakan
atau kerja mesin yang kurang sempurna. Untuk mencegah terjadinya kerusakan atau
hal yang tidak diinginkan tersebut maka perlu diadakannya maintenance (perawatan).
Perawatan mesin merupakan kegiatan
yang dilakukan untuk menjamin suatu mesin/peralatan, agar tetap dapat berfungsi
dengan baik pada kondisi yang dapat diterima. Produk dari suatu
industri industri yang berdaya saing harus memenuhi syarat-syarat: kualitas
baik, harga pantas dan dapat diserahkan ke konsumen dalam waktu yang tepat
Oleh karena itu proses produksi harus didukung
oleh mesin/peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai
hal itu maka mesin/peralatan penunjang proses produksi memerlukan program
perawatan yang teratur dan terencana.
1.2 1.2 Tujuan
Penulisan
Tujuan yang ingin
dicapai pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui secara umum pengetahuan
tentang teknik perawatan mesin (Maintenance).
2. Mengetahui proses atau
tata cara dalam perawatan mesin (Maintenance)
Maximat
dan Simonet.
3. Diharapkan dapat
menerapkan ilmu tentang perawatan mesin (Maintenance)
yang telah di pelajari ke dalam dunia industri
1.3
Ruang Lingkup Materi
Adapun ruang
lingkup materi yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Pengertian
Perawatan Mesin (Maintenance)
2. Jenis
Jenis Maintenance
3. Tujuan
Maintenance
4. Langkah
Kerja Maintenance Mesin Bubut
Maximat dan Simonet
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Perawatan Mesin (Maintenance)
Menurut M.S. Sehwarat dan J.S. Narang, (2001) dalam bukunya “Production Management” pemeliharaan (maintenance) adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara
berurutan untuk menjaga atau memperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai
dengan standar. Dengan kata lain, maintenance
adalah kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan (retaining) dan
mengembalikan (restoring) mesin ataupun peralatan kerja ke kondisi yang terbaik
sehingga dapat melakukan produksi dengan optimal.Dengan berkurangnya tingkat
kerusakan mesin dan peralatan kerja, kualitas, produktivitas dan efisiensi
produk akan meningkat dan menghasilkan profitabilitas yang tinggi bagi
perusahaan.
2.2 Jenis-jenis
Perawatan Mesin (Maintenance)
Maintenance atau Perawatan dapat dibagi menjadi
beberapa jenis, diantaranya adalah:
1. Breakdown
Maintenance (Perawatan saat terjadi Kerusakan)
Breakdown Maintenance adalah perawatan yang
dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin atau peralatan kerja
sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara normal atau terhentinya
operasional secara total dalam kondisi mendadak. Breakdown Maintenance ini
harus dihindari karena akan terjadi kerugian akibat berhentinya Mesin produksi
yang menyebabkan tidak tercapai Kualitas ataupun Output Produksi.
2. Preventive Maintenance
(Perawatan Pencegahan)
Preventive Maintenance
atau kadang disebut juga Preventative Maintenance adalah jenis Maintenance yang
dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin selama operasi
berlangsung. Contoh Preventive maintenance adalah melakukan penjadwalan untuk
pengecekan (inspection) dan pembersihan (cleaning) atau pergantian suku cadang
secara rutin dan berkala. Preventive Maintenace terdiri dua jenis, yakni :
a.
Periodic Maintenance (Perawatan berkala)
Periodic Maintenance ini
diantaranya adalah perawatan berkala yang
terjadwal dalam melakukan pembersihan mesin, Inspeksi mesin, meminyaki mesin
dan juga pergantian suku cadang yang terjadwal untuk mencegah terjadi kerusakan
mesin secara mendadak yang dapat menganggu kelancaran produksi. Periodic
Maintenance biasanya dilakukan dalam harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan.
b.
Predictive Maintenance (Perawatan Prediktif)
Predictive Maintenance
adalah perawatan yang dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan sebelum terjadi
kerusakan total. Predictive Maintenance ini akan memprediksi kapan akan
terjadinya kerusakan pada komponen tertentu pada mesin dengan cara melakukan
analisa trend perilaku mesin/peralatan kerja. Berbeda dengan Periodic
maintenance yang dilakukan berdasarkan waktu (Time Based), Predictive
Maintenance lebih menitik beratkan pada Kondisi Mesin (Condition Based).
3.
Corrective Maintenance (Perawatan Korektif)
Corrective Maintenance
adalah Perawatan yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyebab kerusakan
dan kemudian memperbaikinya sehingga Mesin atau peralatan Produksi dapat beroperasi
normal kembali. Corrective Maintenance biasanya dilakukan pada mesin atau
peralatan produksi yang sedang beroperasi secara abnormal (Mesin masih dapat
beroperasi tetapi tidak optimal).
Jenis-jenis Perawatan
atau Maintenance diatas perlu dipelajari dan diketahui dalam menerapkan Total
Productive Maintenance (TPM). Untuk mengukur kinerja Mesin, kita dapat
menghitungnya dengan rumus OEE (Overall Equipment Effectiveness).
2.3
Tujuan Maintenance
Adapun Tujuan dilakukannya perawatan mesin (Maintenance) adalah sebagai berikut:
1.
Mempertahankan kemampuan alat atau fasilitas produksi
guna memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan target serta rencana produksi.
2.
Mengurangi pemakaian dan pemyimpanan diluar batas dan
menjaga modal yang diinvestasikan dalam perusahaan selama jangka waktu yang
ditentukan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.
3.
Menjaga agar kualitas produk berada pada tingkat yang
diharapkan guna memenuhi apa yang dibutuhkan produk itu sendiri dan menjaga
agar kegiatan produksi tidak mengalami gangguan.
4.
Mencapai tingkat biaya serendah mungkin, dengan
melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien
untuk keseluruhnannya.
2.4
Langkah
Kerja Maintenance Mesin Bubut Maximat
dan Simonet
Berikut adalah langkah-langkah proses maintenance mesin bubut maximat:
1.
Pastikan mesin dalam keadaan mati/OFF
2.
Bersihkan bagian-bagian mesin
terlebih dahulu dengan menggunakan majun dan solar. Seperti pada eretan, lintasan
luncur ulir dan batang penggerak seperti pada gearbox.
3.
Lumasi eretan dan lintasan luncur
dengan oli agar dapat bekerja secara maksimum.
4.
Buka penutup gearbox dengan menggunakan kunci L, setelah itu lumasi dengan
gemuk.
5.
Lumasi ulir pembawa dan batang
penggerak dengan gemuk agar tidak terjadi keausan.
6.
Periksa level oli pada Oil Sight Glass, jika kurang maka perlu
dilakukan penambahan.
7.
Lakukan pengecekan ulang terhadap
mesin, jika perlu hidupkan mesin untuk mengamati adanya kelainan seperti bunyi,
getaran atau kebocoran minyak pelumas, jika terdapat kelainan laporkan pada
instruktur gearbox eretan.
8. Bersihkan kembali mesin.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
Perawatan
Mesin dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu: Breakdown Maintenance, Preventive
Maintenance, dan Correctiv Maintenance
2.
Dalam
maintenance mesin bubut Maximat dan Simonet,
pastikan mesin dalam keadaan mati dan dibersihkan bagian dalam mesin
menggunakan solar dan majun kemudian bagian gearbox diberi pelumas atau grease. Tiap komponen dicek sehingga
dapat meminimalisir resiko kerusakan.
3.
Perawatan
Mesin amat sangat perlu dilakukan secara rutin agar menjaga performa suatu
mesin tetap dalam keadaan baik.
