- Home »
- METODOLOGI PENELITIAN
// Posted by :Unknown
// On :Kamis, 16 November 2017
METODOLOGI PENELITIAN
LAPORAN
Untuk
memenuhi Salah Satu Tugas Individu Matakuliah Metodologi Penelitian Tentang
“Konsep Metodologi Penelitian”
Disusun Oleh
Nama : M. Irfan Andhika
Nugraha
Npm : 23415959
Kelas : 3IC01
Konsep Metodologi Penelitian
A. Pengertian Metodologi Penelitian
Metode adalah suatu sistem yang terstruktur dalam melakukan sesuatu atau
suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, berarah dan
berkonteks, yang relevant dengan
maksud dan tujuan. Sedangkan Penelitian (research)
adalah suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah atau
untuk menemukan suatu hal yang belum di identifikasi sebelumnya. Jadi
Metodologi penelitian adalah suatu system terstruktur yang dilakukan oleh
peneliti untuk memecahkan suatu masalah.
Penelitian memiliki tujuan untuk menemukan kebenaran ilmiah, tapi secara
terperinci, peneliti harus menjelaskan yang sebenarnya yang ingin dicapai
melalui penelitiannya. Berikut adalah tujuan penelitian:
1.
Menjelaskan suatu
objek secara mendalam,
Menjelaskan sebab
akibat antara objek penelitian tersebut dengan objek-objek lain.
n Contoh:
1. Menjelaskan
pengaruh Instagram terhadap pola hidup masyarakat jaman sekarang.
2. Menjelaskan
efek samping dari konsumsi ikan asin secara berlebihan
2.
Mengevaluasi suatu
objek
Dilakukan bila peneliti ingin menentukan nilai objek
tersebut dengan cara membandingkannya dengan suatu standar ukuran.
n Contoh:
1.
Mengevaluasi pengaplikasian
rancangan program study yang telah ditentukan oleh staff Bidang Kurikulum
Universitas Jambi terhadap rancangan program study yang telah diaplikasikan
oleh Cambridge University
3.
Memvalidasi suatu
teori
Membuktikan kebenaran teori yang ada dengan melakukan
berbagai eksperimen dan kecocokan terhadap teori sebelumnya.
n Contoh:
1.
Menguji teori
Darwin dengan cara mencocokkan genetic dan data sejarah tentang hubungan
manusia dank era.
Secara umum metodelogi
penelitian dapat dibagi dalam 7 jenis metodologi, diantaranya:
1. Penelitian historis
Yaitu penelitian yang bertujuan membuat rekunstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverfikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat dan akurat.
Yaitu penelitian yang bertujuan membuat rekunstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverfikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat dan akurat.
2. Penelitian diskriptif
Yaitu penelitian yang bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
Yaitu penelitian yang bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
3. Penelitian pengembangan
Yaitu penelitian yang
bertujuan untuk menyelidiki suatu pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan
suatu objek atau gejala. Dimana peneliti ingin melihat hasil yang lebih efektif
dan efisien dari hasil yang akan dicapainya.
4. Penelitian kasus (lapangan)
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan intraksi lingkungan suatu unit sosial, baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan intraksi lingkungan suatu unit sosial, baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.
5. Penelitian korelasional
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel atau gejala tertentu terhadap variabel atau gejala lainnya.
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel atau gejala tertentu terhadap variabel atau gejala lainnya.
6. Penelitian tindakan
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru atau suatu produk pengetahuan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di lapangan secara nyata.
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru atau suatu produk pengetahuan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di lapangan secara nyata.
7. Penelitian eksperimental
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki sebab akibat tertentu dengan memberikan perlakuan tertentu atau kondisi yang berbeda.
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki sebab akibat tertentu dengan memberikan perlakuan tertentu atau kondisi yang berbeda.
Fungsi dari penelitian adalah Untuk mendapatkan jawaban
terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat
digunakan untuk pemecahan masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan
itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat pula sangat
konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (applied research).
B.
Ragam
Penelitian
Penelitian dapat diklasifikasikan menjadi
bermacam-macam. Klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan beberapa
tinjauan yaitu : bidang ilmu, pendekatan, tempat pelaksanaan, pemakaian, tujuan
umum, taraf, metoda, dan ada tidaknya intervensi terhadap variabel.
1.
Klasifikasi Penelitian berdasarkan
Bidang Ilmu
Ada bermacam-macam bidang ilmu dan jika penelitian dilakukan untuk
bidang ilmu tertentu maka ragam penelitian yang dilakukan disebut sesuai dengan
bidang ilmu tersebut. Dengan demikian ditinjau berdasarkan bidang-bidang ilmu
yang ada penelitian dapat dibedakan menjadi :
a. penelitian pendidikan,
b. penelitian kedokteran,
c. penelitian keperawatan,
d. penelitian kebidanan,
e. penelitian ekonomi,
f. penelitian pertanian,
g. penelitian biologi,
h. penelitian sejarah, dst.
2.
Klasifikasi Penelitian Berdasarkan
Pendekatan yang Dipakai
Berdasarkan pendekatan yang dipakai, penelitian dapat dibedakan menjadi
penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Masing-masing pendekatan
tersebut memiliki paradigma, asumsi, karakteristik sendirisendiri. Kedua
pendekatan penelitian tersebut dapat dilakukan dengan cara simultan dan saling
mengisi sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat diwujudkan proses penelitian
yang komprehensif.
3.
Klasifikasi Penelitian Berdasarkan
Tempat Pelaksanaannya
Penelitian dapat dilakukan diberbagai tempat, yaitu diperpustakaan,
lapangan, laboratorium atau gabungan dari tempattempat tersebut. Atas dasar
tinjauan tersebut penelitian dibedakan menjadi :
a. penelitian perpustakaan (library research),
b. penelitian laborartorium (laboratory research), dan
c. penelitian lapangan (field research)
4. Klasfikasi Penelitian Ditinjau berdasarkan Pemakaiannya
Hasil penelitian dapat dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi
terori serta memecahkan masalah. Atas dasar tinjauan ini penelitian dapat
dibedakan menjadi :
a. Penelitian penelitian murni (pure research atau basic research)
Penelitian murni atau penelitian dasar merupakan penelitian yang dilakukan
dengan maksud hasil penelitian tersebut dipakai untuk mengembangkan dan
memverifikasi teori-teori ilmiah.
b. Penelitian terapan (applied research). Penelitian terapan adalah
ragam penelitian dimana hasilnya diterapkan berkenaan dengan upaya pemecahan
masalah .
5. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tujuan Umumnya
Berdasarkan tujuan umumnya, penelitian dibedakan menjadi : penelitian
eksploratif, penelitian pengembangan, dan penelitian verifikatif.
a. Penelitian eksploratif, adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan
untuk mengekplorasi fenomena yang menjadi sasaran penelitian.
b. Penelitian pengembangan (developmental research), adalah penelitian
yang dilakukan untuk mengembangan suatu konsep atau prosedur tertentu.
c. Penelitian verifikatif, merupakan penelitian yang dilakukan dengan
tujuan membuktikan kebenaran suatu teori pada waktu dan tempat tertentu.
6. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tarafnya
Penelitian ditinjau berdasarkan tarafnya dibedakan menjadi dua, yaitu
penelitian deskriptif dan penelitian analitik. Penelitian deskriptif merupakan
penelitian pada taraf mendiskripsikan variable yang diteliti tanpa dilakukan
analisis dalam keterkaitannya dengan variable lainnya. Sedangkan jika
penelitian dilakukan bukan sekadar mendiskripsikan variable penelitian tetapi
dilakukan analisis dalam hubungannya dengan variable-variabel lainnya disebut
penelitian analitik.
7. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Metode
Berdasarkan metode yang dipakai, penelitian dibedakan menjadi
penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional. Penelitian longitudinal
(longitudinal research) adalah penelitian yang dilakukan dengan metode
longitudinal (longituninal method), yaitu metode penelitian yang membutuhkan
waktu yang lama, berbulan-bulan bahkan bertahun, secara berkesinambungan.
Sedangkan penelitian cross-sectional (cross-sectional research) merupakan
penelitian yang dilakukan dengan metode cross-sectional (cross-sectional
method), yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu
yang relative pendek dan tempat tertentu.
Sumber: Dharminto, Metodologi Penelitian & Sampel : Eprints.undip.ac.id (diakses pada :15/10/2017 : 16:30 WIB)
Sumber: Dharminto, Metodologi Penelitian & Sampel : Eprints.undip.ac.id (diakses pada :15/10/2017 : 16:30 WIB)